About Bagas CM

Bismillah.

Tampilkan postingan dengan label Umum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Umum. Tampilkan semua postingan

kamu

Aku duduk menanti
Menikmati secangkir air putih, sendiri
Karena ia tak berada di sini
Katanya,
Ia adalah orang yang slalu mengingatkan dalam kebaikan
Ia akan menegur jika kita salah
Ia mendoa bukan hanya karena ingin jadi sahabat dunia, tapi juga akhirat kelak
Aku belum temukan dia
Barangkali, ia sengaja bersembunyi
untuk menguji seberapa keras perjuanganku mencari
atau ia memang tak ada.
Aku tak tau,
yang kutau, doa tak pernah henti tuk diucap ke yang Maha Kuasa, agar kelak dapat berjumpa
Meski tidak di tempat ini

Read More...

Monolog "Sahabat"

Monolog "Sahabat"
Hallo Sobat, kali ini ada contoh monolog tentang "sahabat". Dari informasi yang saya dapatkan monolog bisa memerankan dengan satu tokoh atau lebih. Contoh di bawah ini adalah monolog yang saya perankan dengan tiga tokoh. Mungkin tidak seberapa bagus, soalnya baru pertama kali buat untuk tugas sekolah. Dan setelah selesai, saya post. Dan Sobat bisa memberikan kritik saran pada kotak komentar.. Terima kasih...:)


Sahabat
Afwan : Hey Syukan.., bagaimana kabarmu hari ini?

Syukran : Kai lagi Afwan, kenapa kau selalu menanyakan hali itu kepadaku?

Afwan : Itu karena aku peduli padamu, aku inin tahu bagaimana keadaanmu. Karena selama ini kau telah berubah, kau menjadi aneh Syukran.

Syukran : kabarku sama seperti kemarin, dan ketahuilah Afwan, aku adalah yang sekarang ini. Syukran yang dulu sudah tidak ada.

Afwan : kau salah Syukran, kau masih bisa kembali, kau masih bisa menjadi lebih baik. Aku yakin itu…

Syukran : Kau tahu aoa tentang diriku?

Afwan : Aku tahu banyak.

Syukran : Apakah kau tahu apa yang ku rasakan, apa yang ku inginkan dan apa yang aku pikirkan? Hah…!

Afwan : Aku memang tidak tahu apa yang kau pikirkan, karena aku bukan paranormal. Tapi aku tahu apa yang kau rasakan dan kau inginkan Syukran.

Syukran : Dasar pembohong. Memangnya siapa dirimu..? kau hanya pura-pura mengetahuinya.

Afwan : Aku tidaklah seperti itu Syukran, aku tahu karena aku adalah sahabatmu dan itu sudah sangat lama. Dulu kita bahagia bersama, susah bersama. Dan aku mengerti apa yang kau rasakan. Kau selalu sendiri, kau sedih. Aku ingin kau kembali Syukran, dan semua teman kita menginginkan itu Syukran..!

Syukran : Itu tidak akan bisa, semuanya sudah terlambat.

Afwan : Aku yakin kau bisa Syukran... Dan tidak ada kata terlambat.

Syukran : Sudahlah! Aku mau pergi. Kau semakin mengganggu ku saja. Dan ingatlah Afwan, lebih baik kau jangan menemuiku lagi untuk yang ke sekian kalinya!

Afwan : Syukran… tunggu. Pikirkanlah kembali apa yang barusan kita bicarakan…! (dengan menjerit)

       Akhirnya Syukran pun pergi meninggalkan Afwan. Afwan semakin kebingungan terhadap apa yang harus ia lakukan selanjutnya, karena selama ini perjuangannya membujuk Syukran belum berhasil.

Afwan : Jika begini terus aku tidak akan berhasil… Aku harus merubah caraku, tapi bagaimana..? apa memang benar aku harus menunggu waktunya sampai Syukran kembali, tapi bagaimana jika ia tambah parah…

Nur : Hey Wan… Sedang apa kau? (tiba-tiba datang)

Afwan : Oh… hey Nur. Tidak, aku tidak sedang melakukan apa-apa. Oh aku tahu. Mungkin dengan ini bisa membantu walaupun dengan cara yang sama, dia belum pernah menemui Syukran akhir-akhir ini. (dengan suara yang sedikit pelan)

Nur : Wan… kau bicara apa?

Afwan : Eee…. Apa kau mau membantuku Nur?

Nur : tunggu… tunggu. Aku tidak mengerti apa yang kau katakan… dan membantu untuk apa?

Afwan : Untuk Syukran.

Nur : Syukran… dia lagi. Kenapa kita harus memikirkannya? Dia sudah tidak peduli pada kita, dia tidak memikirkan kita lagi.

Afwan : karena dia adalah teman kita. Dia memang tidak peduli dengan kita, maka dari itu aku minta bantuan mu untuk mengembalikan Syukran seperti dulu lagi.

Nur :  Tapi…

Afwan : Sudahlah… apa kau tidak kasihan padanya, dan apa kau tidak pernah memikirkan jika hal ini terjadi padamu?

Nur : aku pernah memikirkan hal itu, itu sangat menyedihkan..

Afwan : kalo begitu kita bantu dia… ayo ikut aku, aku tahu di mana dia sekarang.
Nur : Wan tunggu.. tapi kenapa harus aku yang membantumu? bukankah masih banyak teman yang lainnya, atau kau bisa dengan salah satu guru kita…

Afwan : karena kita adalah sahabatnya.

Nur : Wan…

Afwan : Sudah  ikut aku!

Mereka berdua akhirnya pergi menemui Syukran

Nur : Hey Syukran..!

Syukran : Kalian, untuk apa kalian kemari. Dan kau Afwan, kau masih saja menemuiku.

Nur : Kami ingin kau kembali Syukran!

Syukran : Apakah itu yang kalian inginkan dari ku? Kenapa kalian tidak meminta yang lain.

Afwan : Syukran! Kau selalu bicara seperti itu… aku ingin bertanya padamu satu hal. Kenapa bisa menjadi seperti ini Syukran?

Syukran : aku tidak tahu.

Afwan : kenapa kau tidak tahu?

Syukran : karena…karena aku tidak tahu. Roda itu berputar Afwan. Seseorang bisa saja berubah kapan saja.

Afwan : kalo begitu putarlah kembali roda kehidupanmu, agar kau bisa berubah menjadi lebih baik.

Syukran : Itu tak akan bisa.

Afwan : ya, memang itu tak akan bisa. Itu karena, kau masih terus seperti ini. Kau tidak pernah berusaha untuk berubah.

Syukran : ??

Nur : Syukran! Bukankah kita sudah berjanji, kita akan saling membantu apa pun masalah yang terjadi. Dan
sekarang kau menjadi seperti ini. Kami ingin membantumu Syukran.

Syukran : Ya… aku tahu itu.

Nur : Lalu tunggu apa lagi. Ayolah! Aku yakin kau bisa kembali.

Syukran : tidak secepat itu untuk berubah.

Afwan : kalo begitu, mulailah dari sekarang! Aku juga percaya padamu Syukran.

Syukran : Ya… aku tahu perasaan kalian. Dan kalian ingin aku kembali, tapi mungkin itu tidak cepat. Aku mohon bantuan kalian, dan itu akan ku coba..

Nur : Nah… begitu lebih baik Syukran.

Afwan : Itu baru namanya Syukran yang ku kenal. Tidak menyerah, gaul, pemberani, dan….

Syukran : Sudah, jangan mengejekku…

Afwan : Tidak,,,, sahabat.

Syukran, Nur, Afwan : Selamanya….

Kesimpulan :
       Kita harus membantu setiap teman kita yang sedang mengalami masalah, terutama karena kita adalah makhluk sosial. Kita tidak bisa hidup tanpa orang lain, sering yang kita jumpai adalah sebuah persahabatan. Gunanya adalah kita bisa belajar bersama dan bisa saling membantu terhadap suatu masalah, dan tentunya kita bisa memilih pergaulan yang baik dan benar.

Read More...

Report Text

Report Text
Title :
MASS MEDIA

General Classification :
        The mass media are diversified media technologies that are intended to reach a large audience by mass communication. The technologies through which this communication takes place varies. Broadcast media such as radio, recorded music, film and television transmit their information electronically. And the kinds of mass media are printed and electronical mass media. The example of printed mass media are, Newspaper, magazine, book and other. And the example of electronical mass media are, radio, TV, internet, video and other.

Description :
         Magazine is a periodical publication containing a variety of articles, generally financed by advertising and/or purchase by readers. Magazines are typically published weekly, biweekly, monthly, bimonthly or quarterly, with a date on the cover that is in advance of the date it is actually published. They are often printed in color on coated paper, and are bound with a soft cover. Magazines can be classified as: General interest magazines (e.g. Frontline, India Today, The Week, The Sunday Times etc.) Special interest magazines (women's, sports, business, scuba diving, etc.)
         A newspaper is a publication containing news and information and advertising, usually printed on low-cost paper called newsprint. It may be general or special interest, most often published daily or weekly.
         Television (TV) is a telecommunication medium for transmitting and receiving moving images that can be monochrome (black-and-white) or colored, with or without accompanying sound. "Television" may also refer specifically to a television set, television program, or television transmission. And we also could get many information from it. The examples are education, news, film and other.
         Radio is a one-way wireless transmission over radio waves intended to reach a wide audience. Stations can be linked in radio networks to broadcast a common radio format, either in broadcast syndication or simulcast or both. Audio broadcasting also can be done via cable radio, local wire television networks, satellite radio, and internet radio via streaming media on the Internet. We can only get information from the radio by heard.


Read More...

Pergeseran Makna Kata (Kebahasaan)

Pergeseran Makna Kata (Kebahasaan)
1. Homonim 
Homonim adalah kata yang berasal dari kata homo yang berarti sama dan nym yang berarti nama. Jadi, homonim adalah kata yang penamaan dan pengucapannya sama tetapi maknanya berbeda.
Contoh :
1. Bisa(dapat melakukan), Bisa(racun)
- Ayahku bisa membeli rumah. (Bisa berarti dapat melakukan dan bermakna denotasi)
- Pamanku terkena bisa ular yang mematikan. ( Bisa berarti racun dan bermakna denotasi)
2. Bulan(Kalender), Bulan(Benda langit/satelit alami bumi)
- Saya akan melaksanakan UN pada bulan Juni. (Bulan bermakna kalender)
- Aku sedang duduk menatapi bulan di langit. (Bulan bermakna benda langit)
Contoh lainnya :
- Rapat (berdempet-dempetan) - Rapat (meeting)
- Beruang (hewan) - Beruang(punya uang)
- Syah = Raja - Syah = kepala (pemimpin)
- Buku = ruas - Buku = kitab
- Bandar = pelabuhan - Bandar = parit - Bandar= pemegang uang dalam perjudian.

2. Homofon
Homofon terdiri atas kata homo yang berarti sama dan foni (phone) berarti bunyi atau suara. Berarti homofon adalah kata yang diucapkan sama tetapi berbeda dari segi maksud dan juga tulisan.
Perkataan-perkataan yang homofon mungkin dieja dengan serupa atau berbeda,
Contoh :
1.     Massa telah berkumpul di depan Istana Negara. (massa/masyarakat)
        Hidupnya senang sepanjang masa. ( masa/waktu)
2.     Dia pergi ke sekolah memakai rok. Rok(pakaian)
        Dia suka lagu rock. Rock(aliran music)
Contoh lainnya :
-      Djarum(merek rokok), Jarum(alat untuk menjahit)
-      Tank(kendaraan perang), Tang(alat perkakas)

3. Homograf 
Homograf terdiri atas kata homo berarti sama dan graf (graph) berarti tulisan. Jadi homograf adalah kata yg sama ejaannya dengan kata lain, tetapi berbeda lafal dan maknanya.
Contoh :
1.     Buah apel ini enak sekali. (apel maksudnya buah)
        Anak-anak telah apel di lapangan tadi pagi. (apel maksudnya kumpul)
Contoh lainnya :
-      Pejabat teras (pejabat utama) itu duduk santai di teras (lantai depan rumah) sambil membaca berita di koran tentang pertanian di daerah teras (bidang tanah datar yang miring di perbukitan)
-      Polisi serang (mendatangi untuk menyerang) penjahat di Kabupaten Serang (nama tempat). Serangan jantung (penyakit jantung yang mendadak) melanda orang tua yang tidak pernah berolah raga.

4. Polisemi
Polisemi adalah suatu kata yang mempunyai makna lebih dari satu.
Contoh :
1.     Husni mempunyai hubungan darah dengan Hasan.
        Tubuhnya berlumuran darah akibat terjatuh dari sepeda motor.
2.     Keluarga saya memeluk agama islam.
Saya sangat ingin memeluk ibu saya.
Perhatikan kata darah pada kalimat pertama yang berarti keluarga (makna konotasi), sedangkan darah pada kalimat kedua berarti zat merah dalam tubuh kita (makna denotasi).
Contoh lainnya :
1. Rendang(makanan), Rendang(pohon yang lebat)
- Ibu sedang masak rendang.
- Tidur di bawah pohon yang rendang memeng nyaman.
2. Per(benda), Per(pembagian)
- Per sepeda itu bekerja dengan baik.
- Mahasiswa harus membayar uang Bpp per semester.
3. Tahu(makanan), Tahu(mengetahui)
- Irsan tidak suka makan tahu.
- saya tahu tentang pelajaran ini.

5. Meluas (generalisasi)
Generalisasi adalah cakupan makna sekarang (kini) lebih luas daripada makna yang lama.
Contoh:
a. Pelayaran ke negara Perancis itu dipimpin oleh Kapten Sugianto.
-   Dulu atau asalnya bermakna mengarungi lautan dengan perahu layar. Kini kata pelayaran bermakna mengarungi lautan dengan kapal bermesin.
b. Siapa yang Ibu cari di sini?
-   Memiliki makna asal orang tua kandung yang wanita. Kata ibu saat dapat untuk menyebut wanita yang berkedudukan lebih tinggi daripada kita.
c. Saya tadi makan ikan.
-   Makna dulu atau asalnya adalah Hewan yang hidup di air. Kini arti dari ikan adalah Lauk pauk.

6. Menyempit (Spesialisasi)
Spesialisasi adalah cakupan makna kata yang sekarang lebih sempit atau terbatas daripada makna yang dulu atau makna asalnya.
Contoh :
a. Saya bercita-cita ingin menjadi sarjana pendidikan.
-   Dulu dipakai untuk menyebut cendekiawan atau orang pintar atau orang berilmu. Sekarang kata sarjana dipakai untuk menyebut orang yang telah lulus dari jenjang strata satu di perguruan tinggi
b. Sekarang ini di kota-kota besar banyak terdapat biro jasa yang menyalurkan para pembantu.
-   Makna asal kata pembantu adalah orang yang membantu.  Sekarang kata pembantu dipakai untuk menyebut pembantu rumah tangga atau pelayan.
c. Pak Djito sangat berwibawa ketika sedang mengajar seni sastra di universitas ini.
-   Pada awalnya, kata sastra dapat digunakan untuk pengertian tulisan dalam arti luas atau umum. Sekarang, sastra lebih diartikan sebagai tulisan atau bacaan yang berhubungan dengan seni.

7. Membaik (Ameliorasi)
Suatu proses perubahan makna yang membuat makna kata baru dirasakan lebih tinggi atau lebih baik nilai rasa bahasanya daripada makna kata lama.
Contoh:
a. Anak-anak penyandang tunarungu pun berhak mengeyam pendidikan.
-   Kata tunarungu dirasakan lebih halus dan sopan nilai rasa bahasanya daripada kata tuli.
b. Dalam acara perpisahan siswa kelas III kepala sekolah hadir bersama istri.
-   Kata istri dirasakan lebih tinggi atau lebih baik nilai rasa bahasanya daripada kata bini.
c. Bibiku bekerja sebagai pramuwisma di rumah tetanggaku.
-   Kata pramuwisma mempunyai kesan lebih sopan atau terhormat daripada kata pembantu.

8. Memburuk (Peyorasi)
Suatu proses perubahan makna yang membuat makna kata baru dirasakan lebih rendah nilai rasa bahasanya daripada nilai pada makna kata lama.
Contoh :
a. Direktur perusahaan ini ternyata berbini tiga.
-  Kata bini dianggap baik pada masa lampau, tetapi sekarang dirasakan kasar.
b. Empat narapidana kabur dari lembaga pemasyarakatan itu.
-  Kata kabur dianggap baik pada masa lampau, yaitu lari, tetapi sekarang dirasakan kurang baik, yaitu menghilang.
c. Orang tuanya merupakan bekas karyawan di toko ini.
-  Dulu kata bekas masih dianggap baik yang bermakna mantan, tapi sekarang terkesan lebih kasar.

9. Sinestesia
Perubahan makna kata akibat pertukaran tanggapan antara dua indra yang berlainan.
Misalnya: pengecap, pendengaran, pendengaran, pengecap, penglihatan, pengecap
Contoh:
a. Suara penyanyi Erni Johan sampai saat ini masih empuk.
-  Kata empuk sebenarnya yang merasakan adalah indra peraba (kulit) dengan makna lunak atau tidak keras. Akan tetapi, pada kalimat tersebut kata empuk yang merasakan adalah indra pendengar ( telinga) dengan makna merdu.
b. Pidatonya hambar.
-  Kata hambar sebenarnya yang merasakan adalah indra pengecap (lidah) dengan makna tawar atau tidak ada rasanya. Kata hambar dalam kalimat tersebut yang merasakan indra pendengar (telinga) dengan makna monoton atau kurang menggairahkan
c. Sungguh kata-kata yang diucapkan sangat pedas.
-  Kata pedas sebenarnya yang merasakan adalah indra pengecap (lidah) dengan makna tajam. Kata pedas dalam kalimat tersebut yang merasakan indra pendengar (telinga) dengan makna sangat menyakitkan hati.
d. Senyummu sangat manis.
-  Kata manis sebenarnya yang merasakan adalah indra pengecap (lidah) dengan makna enak. Kata pedas dalam kalimat tersebut yang merasakan indra penglihatan (mata)  dengan makna sangat menarik hati.

10. Asosiatif
Perubahan makna kata yang terjadi karena persamaan sifat.
Contoh :
a  Orang itu mencatut nama pejabat untuk mencari sumbangan.
-  Kata catut berarti alat untuk menarik atau mencabut paku dan sebagainya. Berdasarkan persamaan sifat ini, kata catut dipakai untuk menyatakan makna mengambil sesuatu yang bukan haknya.
b. Janganlah kita membiasakan diri memberi amplop dalam mengurus sesuatu!
-  Kata amplop berarti alat untuk menyimpan surat.  Berdasarkan sifat ini, kata amplop dipakai untuk menyatakan makna memberi uang sogokan atau uang pelicin.
c. Kursi itu menjadi rebutan para anggota dewan.
-  Kata kursi berarti tempat duduk. Berdasarkan sifat ini, kata kursi dipakai untuk menyatakan makna  jabatan, kedudukan, atau posisi.
d. Pak Ganito merupakan salah satu anggota DPR tukang stempel.
-  Makna dari kalimat diatas adalah anggota DPR yang hanya diam tanpa melakukan sesuatu yang berguna.

Read More...

Contoh Skenario Drama Patriotisme

Contoh Skenario Drama Patriotisme
Assalamualaikum wr. wb
       Hai Sob... kali ini saya akan berbagi tentang contoh skenario drama patriotisme..
mungkin banyak dari sobat yang mendapat tugas dari sekolah tentang pembuatan drama patriotisme, di sini saya mungkin bisa sedikit membantu sobat semua dengan contoh drama patriotisme yang dibuat oleh saya dan teman sekelompok saya, kalo masalah kualitas.., itu pendapat sobat semua,,, ini hanyalah sebagian contoh kecil... dan sobat bisa mendownloadnya...!






Read More...